“Perbedaan antara impian dan khayalan adalah bahwa mengkhayal melibatkan kemalasan, dimana seseorang tidak berusaha ataupun berjuang (untuk yang dia inginkan). Impian, akan mengharuskan seseorang berjuang, usaha, dan tawakal. Yang pertama ibarat berharap tanah akan membajak dan menanam sendiri untuknya. Sedang yang kedua benar-benar membajak, menanam, dan berharap tanaman tumbuh.”

-Ibnu Qayyim-

======================

Bercita cita besar utk umat Muhammad Saw menjadi #muslimahnegarawan – bukan panjang angan angan sekedar mengharap durian runtuh semata menengadahkan tangan, bukan pula untuk sekedar kepuasan intelektual seorang pemimpi

TAPI

Ia adalah keberanian berproses, bersabar, tekun membajak lahan, merumuskan langkah, melatih kemampuan diri dengan ketekunan, berfikir serius (tafkir jiddiyah), membangun kompetensi diri dengan tsaqofah negarawan, fokus ke umat dan memahami politik internasional

Mungkinkah ada #MuslimahNegarawan hidup hari ini?  Ada dan mereka nyata! merekalah kehormatan umat yang terus bergerak memimpin opini perubahan,  menggerakkan kesadaran umat,  melawan narasi jahat Barat,  menghinakan pemikiran sekuler dan mendidik anak anak mereka sebagai pemimpin Islam masa depan. 

Dapatkan gambaran kompetensi sosok Muslimah Negarawan menghadapi tantangan zaman di buku #menjadiMuslimahNegarawan

 

#empoweredMuslimah