How the interplay of “geopolitics and journalism” can enhance efforts to understand the world
–Robert D. Kaplan

Robert D. Kaplan adalah satu diantara pakar Geopolitik yang paling sering dibaca karyanya, dan dia adalah juga seorang Jurnalis. Ia menjelaskan bahwa Geopolitik dan Jurnalisme adalah dua power yang harus digabungkan. 🎯 Jurnalisme adalah tentang informasi kejadian terkini (present time) pada publik, sementara 🎯 Geopolitik menyediakan prediksi jangka panjang yang bisa membuat Jurnalis melihat masa depan (future).

Pemikiran geopolitik dan kemampuan jurnalisme adalah dua kemampuan strategis yang biasanya dimiliki oleh seorang politikus. Keduanya mampu membentuk kapasitas berfikir strategis dan visioner untuk mengatur dan mengelola berbagai urusan umat yang kompleks

Dalam politik Islam, paradigma ri’ayah syu’unil ummah (pengaturan urusan umat) tentu juga membutuhkan dua kapasitas ini. Karena itulah dirintis :

🔖Karimata Geopolitical Trip🔖 – Program berwawasan Geostrategis untuk #Muslimah yang dipersembahkan oleh IMuNe (Institut Muslimah Negarawan) 2018

Secara geostrategis, selat #Karimata tepat beririsan di persilangan antara jalur pelayaran internasional ALKI I, dan jalur pelayaran domestik ke Laut Jawa.

Karimata Geopolitical Trip adalah program penelitian dan pengabdian umat untuk aktivis Muslimah bersama Ibu Fika Komara, founder Institute Muslimah Negarawan, dimana antara lain aktivitasnya secara umum adalah:

🎯Travelling ke tiga provinsi strategis di sekitar Selat Karimata (Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Bangka Belitung)
🎯Researching aspek geopolitiknya
🎯Observing problem keumatan lokal
🎯Educating aktivis Muslimah lokal dengan pemikiran geopolitik Islam

🔖Kabar baik untuk aktivis Muslimah yang berdomisili di Tanjung Pinang, Pontianak dan Bangka Belitung, nantikan informasinya segera😍